BIO MICROBES (BM)
BIO MIKROB (BM)
Thursday, July 29, 2010
CARA BUAT EM 4
Sebenarnya membuat EM itu mudah,nah ini saya beri tahu cara membuat EM4
1.alat dan Bahan
* 2 lt susu sapi murni
* isi lambung sapi/kambing
* 1Kg gula pasir
* 1Kg bekatul
* 1 buah nanas
* 1/2 Kg terasi
* 10lt air bersih
* panci
* parutan/blender
* kompor
2.Cara membuat
* Haluskan buah nanas menggunakan parutan atau blender.Campurkan dengan gula pasir,bekatul,tersi,dan air bersihkedalam panci,masak hingga mendidih,kemudian dinginkan
* tambahkan susu sapi murni dan isi lambung,aduk hingga merata
* tutup panci rapat-rapat selama 12 jam
* Pembuatan EM dianggap berhasil jika muncul gelembung-gelembung dipermukaan bahan
Nah mudah kan! kalau pembuatan EM4 berhasil maka kita akan mudah untuk membuat pupuk bokasi EM.
Sumber :http://ucihaprasetio.blogspot.com/2009/07/cara-membuat-em4.html
Friday, July 23, 2010
Oleh : Nasir, SP., MBA
Latar Belakang
Pembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan untuk menghasilkan bahan makanan yang aman, serta bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Pembangunan pertanian alami ini semula hanya menerapkan sistem pertanian organik, tetapi ternyata hasilnya hanya sedikit. Dalam tahun 1980-an, Prof Dr. Teruo Higa memperkenalkan konsep EM atau Efektive Mikroorganisms pada praktek pertanian alami tersebut. Teknologi EM ini telah dikembangkan dan digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menyebabkan penyakit, dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Pada pembuatan bokashi sebagai salah satu pupuk organik, bahan EM meningkatkan pengaruh pupuk tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.
Beberapa pengaruh EM yang menguntungkan dalam pupuk bokashi tersebut adalah sebagai berikut:
- memperbaiki perkecambahan bunga, buah, dan kematangan hasil tanaman
- memperbaiki lingkungan fisik, kimia, dan biologi tanah serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah
- meningkatkan kapasitas fotosintesis tanaman
- menjamin perkecambahan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik
- meningkatkan manfaat bahan organik sebagai pupuk
Berdasarkan kenyataan di lapangan, persediaan bahan organik pada lahan pertanian sedikit demi sedikit semakin berkurang. Jika hal tersebut tidak ditambah dan segera diperbaiki oleh petani maka penurunan produksi akan terjadi pada tanaman-tanaman pertanian, seperti padi, palawija dan sayuran.
Berbicara mengenai masalah penurunan produksi, tentunya bukan saja menjadi masalah petani atau masyarakat, tetapi juga merupakan masalah bagi pemerintah daerah dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan dan ekonomi rakyat. Hal ini seyogyanya harus menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah daerah dalam mengatasinya secara bijak.
Untuk dapat mengatasi hal tersebut, pada tahun anggaran 2003 ini Pemda Kabupaten Pandeglang secara khusus mengalokasikan dananya melalui Proyek Peningkatan Produksi Padi Palawija dan Sayuran. Pada kegiatan Proyek ini terdapat pertemuan teknis yang berisikan materi pengaruh penggunaan pupuk bokashi terhadap produksi padi palawija dan sayuran, dan materi tehnik pembuatan bokashi. Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan petani dalam masalah penggunaan pupuk bokasi secara praktis di lapangan.
Manfaat Bokashi
Untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan, sangat perlu diterapkan teknologi yang murah dan mudah bagi petani. Tehnologi tersebut dituntut ramah lingkungan dan dapat menfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam yang ada dilingkungan pertanian, sehingga tidak memutus rantai sistem pertanian.
Penggunaan pupuk bokashi EM merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada pertanian saat ini. Pupuk bokashi adalah pupuk organik (dari bahan jerami, pupuk kandang, samapah organik, dll) hasil fermentasi dengan teknologi EM-4 yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, sehingga efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.
Bagi petani yang menuntut pemakaian pupuk yang praktis, bokashi merupakan pupuk organik yang dapat dibuat dalam beberapa hari dan siap dipakai dalam waktu singkat. Selain itu pembuatan pupuk bokashi biaya murah, sehingga sangat efektif dan efisien bagi petani padi, palawija, sayuran, bunga dan buah dalam peningkatan produksi tanaman.
Bahan dan Cara Pembuatan Bokashi
a. Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang
- Bahan-bahan untuk ukuran 500 kg bokashi :
1. Pupuk kandang = 300 kg
2. Dedak = 50 kg
3. Sekam padi = 150 kg
4. Gula yang telah dicairkan = 200 ml
5. EM-4 = 500 ml
6. Air secukupnya
- Cara Pembuatannya :
1. Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air
2. Pupuk kandang, sekam padi, dan dedak dicampur secara merata
3. Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %
4. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan susah pecah (megar)
5. Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm
6. Kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-7 hari
7. Petahankan gundukan adonan maksimal 500 C, bila suhunya lebih dari 500 C turunkan suhunya dengan cara membolak balik
8. Kemudian tutp kembali dengan karung goni
9. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan
10. Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap 5 jam sekali
11. Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik
b. Pembuatan Bokashi Jerami Padi
- Bahan-bahan untuk ukuran 1000 kg bokashi :
1. Jerami padi yang telah dihaluskan = 500 kg
2. Pupuk kotoran hewan/pupuk kandang = 300 kg
3. Dedak halus = 100 kg
4. Sekam/Arang Sekam/Arang Kelapa = 100 kg
5. Molase/Gula pasir/merah = 1 liter/250 gr
6. EM-4 = 1 liter
7. Air secukupnya
- Cara Pembuatannya:
Membuat larutan gula dan EM-4
1. Sediakan air dalam ember sebanyak 1 liter
2. Masukan gula putih/merah sebanyak 250 gr kemudian aduk sampai rata
3. Masukan EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam larutan tadi kemudian aduk hingga rata.
Membuat pupuk bokashi
1. Bahan-bahan tadi dicampur (jerami, pupuk kandang, arang sekam dan dedak) dan aduk sampai merata
2. Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan (campuran bahan organik) secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %
3. Bila adonan dikepal dengan tangan air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan masih tampak menggumpal
4. Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm
5. Kemudian ditutup dengan karung berpori (karung goni) selama 3-4 hari
6. Agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik perhatikan agar suhu tidak melebihi 500 C, bila suhunya lebih dari 500 C turunkan suhunya dengan cara membolak balik
7. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan
8. Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
c. Pembuatan Bokashi Cair
- Bahan-bahan untuk ukuran 200 liter bokashi cair :
1. Pupuk kotoran hewan/pupuk kandang = 30 kg
2. Molase/Gula pasir/merah = 1 liter/250 gr
3. EM-4 = 1 liter
4. Air secukupnya
- Cara Pembuatannya:
1. Isi drum ukuran 200 liter dengan air setengahnya
2. Pada tempat yang terpisah buat larutan molase sebanyak 1 liter, dengan cara mencampurkan gula putih/merah sebanyak 250 gram dengan air sebanyak 1 liter
3. Masukan molase tadi sebanyak 1 liter bersama EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam drum, kemudian aduk perlahan-lahan hingga rata
4. Masukan pupuk kandang sebanyak 30 kgdan aduk perlahan-lahan hingga ersatu dengan larutan tadi
5. Tambahkan air sebanyak 100 liter hingga drum menjadi penuh, kemudian aduksampai rata dan tutup rapat-rapat
6. Lakukan pengadukan secara perlahansetiap pagi selama 4 hari. Cara pengadukan setiap hari cukup lima putaran saja. Setelah diaduk biarkan air larutan bergerak sampai tenang lalu drum ditutup kembali
7. Setelah 4 hari bokashi cair EM-4 siap untuk digunakan.
Catatan:
* Bila tidak ada molase, setiap macam gula dapat digunakan sebagai penggantinya. Beberapa bahan pengganti tersebut adalah nira tebu gula, sari (juice) buah-buahan,dan air buangan industri alkohol
* Jumah kandungan air adalah merupakan petunjuk. Jumlah air yang perluditambahkan tergantung pada kandungan air bahan yang digunakan. Jumlah air yang paling sesuai adalah jumlah air yang diperlukan membuat bahan-bahan basah tetapi tidak sampai berlebihan dan terbuang.
Penggunaan Pupuk Bokashi untuk Padi, Palawija dan Sayuran
Bahan bokashi sangat banyak terdapat di sekitar lahan pertanian, seperti misalny jerami, pupuk kandang, rumput, pupuk hijau, sekam padi, sebuk gergaji, dan lain-lain.
Semua bahan organik yang akan difermentasi oleh mikroorganisme frmentasi dalam kondisi semi anaerobik pada suhu 40-500 C. Hasil fermentasi bahan organik berupa senyawa organik mudah diserap oleh perakaran tanaman.
a. Cara penggunaan secara umum :
- 3-4 genggam bokasi (150-200 gram) untuk setiap mtr persegi tanah disebar marata diatas permukaan tanah. Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.
- Untuk mencampurkan bokashi ke dalam tanah, tanah perlu dicangkul/bajak. Penggunaan penutup tanah (mulsa) dari jerami atau rumput-rumputan kering sangat dianjurkan pada tanah tegalan. Pada tanah sawah pemberian bokashi dilakukan sebelum pembajakan tanah.
- Biarkan bokashi selama seminggu, setelah itu baru bibit ditanam.
- Untuk tanaman buah-buahan, bokasi diebar merata dipermukaan tanah/perakaran tanaman dan siramkan 3-4 cc EM-4 perliter air setiap minggu sekali.
b. Cara penggunaan secara khusus :
- Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk melanjutkan fermentasi penutup tanah (mulsa) dan bahan organik lainnya di lahan pertanian juga banyak digunakan pada tanah swahkarena ketersediaan bahan yang cukup.
- Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk pembibitan/ menanam bibit yang masih kecil.
- Bokashi expres baik digunakan sebagai penutup tanah (mulsa) pada tanaman sayur dan buah-buahan.
Sumber : http://www.deptan.go.id/daerah_new/banten/dispertanak_pandeglang/artikel_12.htm
Cara Membuat Pupuk Pupuk EM
Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah. Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM:
1. Pembuatan bakteri penghancur (EM)
Bahan-bahan:
- Susu sapi atau susu kambing murni.
- Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
- Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :
Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :
- Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
- Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
- Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
- Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
- Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.
Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.
2. Pengomposan dengan EM
Bahan-bahan:
- Bahan kompos dari daun-daun hijau, jerami, kedebong pisang (semua dihancurkan), kotoran ternak.
- 1 kg terasi + 5 kg bekatul + 200 liter air + 1 liter EM.
Alat-alat:
Parang untuk menghancurkan bahan kompos, ember, tong besar (drum).
Cara pembuatan:
- Trasi, gula pasir, bekatul dan bakteri (EM) dicampur. – Dimasukkan ke drum yang berisi 200 liter air lalu ditutup rapat dengan terpal (agar tidak terkena hujan sehingga
bakteri tidak hanyut bersama air hujan).
- Setiap satu minggu sekali diaduk/dibalik dan ditutup kembali.
- Setelah tiga minggu sudah menjadi kompos.
Cara lain dapat dengan menimbun bahan kompos (daun-daun, jerami, kedebong pisang) dalam tanah dan menyiramnya dengan bakteri. Menggunakan wadah kantong plastik juga bisa. Pada dasarnya semua daun hijau dapat digunakan sebagai bahan kompos namun yang terbaik adalah enceng gondok dan kacang-kacangan. Biasanya penggunaan kompos EM yaitu untuk satu hektar lahan membutuhkan satu ton kompos EM.
Bakteri EM dapat dikatakan kadaluwarsa pada saat cairan menjadi bening dan bila diaduk muncul gelembung. Teknologi EM (effective microorganism) adalah teknologi pengolahan bahan organik dengan cara fermentasi (peragian). Fermentasi merupakan proses penguraian atau perombakan bahan organik yang dilakukan dalam kondisi tertentu oleh mikroorganisme fermentatif.
Sumber :http://rony-irawan.blogspot.com/2009/12/cara-membuat-pupuk.html
Sunday, July 18, 2010
STATER CULTURE BM
BAHAN:
- Betik matang atau kulitnya 0,5 kg
- Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
- Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
- Kacang panjang segar 0,25 kg
- Kangkung air segar 0,25 kg
- Batang pisang muda bahagian dalam 1,5 kg
- Gula pasir 1 kg
- Air tuak dari nira kelapa 0,5 liter
- Betik, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
- Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam takung.
- Campurkan gula pasir dan tuak dalam takungtadi dan aduk hingga rata.
- Bekas ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
- Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
- Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam bekas yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah BM yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
- Hampas dari hasil penyaringan larutan boleh digunakan sebagai baja kompos.
BIO MICROBES (BM)
KEGUNAAN BM
Penggunaan Bio Microbes antara lain adalah seperti berikut:
• Inokulan (bioaktivator) untuk pengkomposan berbagai sisa pepejal organik dan
menghasilkan kompos bermutu tinggi .
• Inokulan untuk mempercepat penguraian buangan organik dalam tangki septik
sehingga lambatpenuh serta mengawal bau busuk danmengawal
pathogen (E. coli dan mikroba pathogen lainnya dalam tangki septik ).
• Inokulan untuk pengkomposan buangan industri kelapa sawit termasuk tandan kosong, industri kertas dan buangan hasil pertanian lainnya.
• Kadar penggunaan yang rendah dengan efektifivitas tinggi (100 gram untuk 1 – 10 m3 kompos)
• Praktikal untuk industri, rumah tangga, dan lain-liannya serta mesra alam.
APLIKASI BM
1. PENGKOMPOSAN SISA PEPEJAL ORGANIK
a. Larutkan inokulan Bio Microbes atau campurkan 100 g dalam 50 -100 L air dan tambahkan 1 – 2 kg dedak, 100 - 200 g gula pasir dan 100 g Urea. Kemudian larut hingga merata. Selanjutnya dibiarkan sekitar 2 - 4 jam, dalam waktu tersebut lakukan pengadukan 2-3 kali.
b. Siramkan larutan tersebut pada tumpukan atau campuran bahan kompos secara merata (cukup untuk 1 – 10 m3 bahan kompos,
2. PENGURAIAN BUANGAN ORGANIK DALAM TANGKI SEPTIK
Aktifkan Bio Microbes dengan melarutkan sekitar 5 - 10 gram (satu sudu makan) ke dalam 1 – 2 L air bekas cucian beras kemudian campur hingga merata. Biarkan 2 - 4 jam lalu masukan ke dalam tangki septik atau melalui kloset dengan aplikasi 1 - 2 kali/bulan.
3. PROBIOTIK
Probiotik adalah suplemen diet yang mengandung bakteria yang berguna dengan asid laktik bakteria sebagai mikrob yang paling umum dipakai mampu untuk mengubah gula (termasuk laktosa) dan karbohidrat lain menjadi asid laktik.
Probiotik bermaksud bakteria baik . BM akan merencatkan pertumbuhan bakteria patogen/bakteri jahat yang ada di usus manusia/ternakan.
4. MENGAWAL PROSES PEMBUSUKAN (PUTREFACION)
BM mampu mengurangkan paras ammonia terendah mencapai 0ppm dan bagi keadaan biasa adalah pada paras 5ppm. Ammonia adalah bahan oksidatif yang merangsang pertumbuhan mikrob pathogen. Antioksidan yang dihasilkan BM bertindak ke atas bahan organan dan berupaya memberhentikan proses pembusukan seterusnya menghalang penghasilan gas berbahaya, mengurangkan lalat dan serangga serta menghalang peyebaran penyakit berbahaya.
5. MERAWAT LONGKANG, SUNGAI DAN TASIK
Bagaimanakah BM ini bertindak dan diaplikasikan sebagai bahan pemusnah yang amat berkesan kepada pengurusan dan pemuliharaan alam sekitar, khususnya dalam pengurusan dan pemuliharaan sungai dan takungan-takungan air? Sebenarnya tidak sukar untuk BM ini diaplikasikan. Kaedah mudah ia diaplikasikan ialah dengan menempatkan bebola lumpur (yang diperbuat daripada tanah liat yang dicampur dengan cecair BM, bahan-bahan organik dan mineral) ke dalam sungai-sungai yang tercemar untuk proses pemulihan. Bebola lumpur diformulakan adalah untuk kesesuaian kes atau persekitaran, di mana ia mudah dilontar dan tenggelam di dalam air serta bertindak secara perlahan-lahan dari dasar air yang bertujuan untuk memecahkan molekul-molekul organik seperti sisa-sisa sampah, lumpur, logam berat dan sebagainya. Dalam keadaan tertentu tindakbalas bebola lumpur adalah sangat cepat dan ia mampu bertahan selama sebulan. Malah hasilnya juga kadang-kadang dapat dilihat dalam jangka masa yang singkat, iaitu kira-kira tiga hari selepas bebola lumpur tersebut dicampakkan ke dalam sungai.
Selain diaplikasikan ke atas sungai-sungai yang tercemar, bebola lumpur yang dipenuhi BM juga boleh diaplikasikan ke atas sumber-sumber takungan air yang lain seperti tasik dan kolam sebagai bahan pemusnah pencemaran yang amat berkesan. Walaupun bebola lumpur banyak diaplikasikan untuk tujuan perawatan air, namun kini penggunaannya adalah semakin meluas untuk tujuan ternakan air atau akuakultur yang bertujuan menjaga kualiti air dan memastikan kandungan mikroflora air adalah sentiasa seimbang. Dengan kaedah pengaplikasiannya yang mudah, bebola lumpur sangat sesuai dan praktikal bagi membantu menguruskan persekitaran dan ekosistem akuatik kita yang kini kian terancam dek pelbagai bahan pencemar.